Mengenal Grafika: Rancang, Cetak, Sebarkan Ide.

Grafika atau lebih mudahnya “Percetakan” adalah sebuah dunia yang menarik sejak dulu. Kelahirannya ilmu mengenai grafika saling bahu membahu dengan ilmu lain mendorong perkembangan dunia komunikasi sampai sekarang ini.

Dimulai dari penemuan mesin cetak Guttenberg dengan plat hurufnya. Hingga teknologi Computer to Plate (CTP) sekarang ilmu grafika telah berkembang sangat pesat. Komputer adalah roket pendorog utama kemajuan ini.

Bagaimana mempelajari grafika sekarang ini? Lalu apa manfaatnya? Apakah ilmu ini bisa menjadi keterampilan khusus yang bisa menjanjikan untuk bekal hidup di masa depan?

Grafika
Kawan-kawan yang bersekolah di SMK Grafika tentu tidak asing lagi dengan hal-hal yang kita bicarakan ini. Dalam Ilmu grafika, bisa dikatakan ada bidang Persiapan, Pra Cetak, dan Cetak. Persiapan biasa dikenal dengan istilah desain grafis, pracetak adalah membuat sebuah desain menjadi siap untuk dicetak. Dan bidang cetak adalah hal-hal yang berkaitan dengan pencetakan dan penyelesaiannya atau dikenal dengan finishing-nya.

Ya, dari banyaknya SMK jurusan Grafika menunjukkan bahwa bidang ini memang memiliki nilai yang dipandang penting sebagai salah satu bidang keahlian masa depan. Segala macam baeang cetakan mulai dari poster, buku, majalah, kemasan makanan, uang, ijazah dan sebagainya adalah hasil dari proses dalam kerja grafika.

Apa yang dipelajari dalam Persiapan?
Dalam persiapan cetak atau desain grafis, kita belajar menggunakan software komputer desain untuk menghasilkan rancangan sebuah barang cetakan. Software dalam bidang ini sebut saja semisal Adobe Illustrator, Indesign atau CorelDraw yang biasanya berpasangan dengan pengolah image atau bitmap Adobe Photoshop atau Corel Photopaint. Atau aplikasi yang berbasis open source seperti Inkspace, Scribus sebagi olah grafis dan Gimp sebagai pengolah image seperti halnya Photoshop. (Catatan: Beberapa perangkat lunak yang dahulu populer telah bergabung dalam satu merek. Misalnya Freehand dan Page Maker sudah bergabung dalam Adobe yang fungsi-fungsinya diintegrasikan dalam produk Indesign dan Illustrator.)

Dengan software-software tersebut perancang grafis membuat desain sesuai dengan keperluan akhir. Ada desain yang menggunakan elemen artistik grafis dan foto (bitmap) dengan maksimal seperti dalam poster, kemasan, iklan display dan lain-lain. Biasanya perancang grafis akan menggunakan software Illustrator, CorelDraw! atau Inkspace.

Sementara itu perancang grafis yang lebih banyak mengolah tata letak atau layout seperti dalam pembuatan buku, majalah, tabloid atau suratkabar, program yang disebut desktop publishing seperti Adobe InDesign, Scribus atau versi terakhir dari Pagemaker, Freehand atau Quark Express.

Kebutuhan ahli desain yang mengusai program ini terus ada dan semakin banyak peluangnya. Persaingan juga semakin ketat. Mereka yang menguasai keterampilan sekaligus kekuatan ide kreatif tentu akan menjadi yang terbaik. Salah satu peluang yang masih jarang adalah desainer yang menguasai aplikasi open source.

Ahli Persiapan
Pracetak dalam sebuah industri desain yang paripurna atau lengkap memisahkan antara desainer dengan ahli pracetak. Ahli pracetak akan membantu desainer melakukan koreksi visual dari foto dan naskah serta tanda-tanda yang diperlukan dalam pencetakan nantinya. Jika pencetakan masih menggunakan film separasi dan plat cetak mereka masih akan dibantu lagi oleh ahli dibidang separasi film. Setelah film selesai dibuat operator expose seng plat akan membuat plat cetak dari film yang telah dibuat.

Inti dari kegiatan pra cetak adalah memecah warna hasil desain menjadi warna-warna dasar yang nantinya akan digunakan dalam proses pencetakan. Setiap warna dasar dibuatlah platnya.

Dalam teknologi CTP peran ahli separasi film perannya tidak lagi membuat film tetapi sebagai ahli pracetak yang mempersiapkan desain dari perancang untuk siap di transfer ke mesin CTP.

Cetak
Dalam pencetakan banyak sekali pengetahuan yang harus dikuasai oleh seorang operator mesin cetak. Pada dasarnya, apapun teknologi pencetakan bahkan digital printing sekalipun, mesin detak adalah mesi pencampur warna dari warna dasar yang ditemukan manusia sebagai penyusun hampir semua warna yang bisa dilihat mata manusia dalam bidang tercetak.Warna dasar pembentuk warna tercetak tersebut adalah warna Cyan (kebiruan), Magenta (kemerahan), Yellow (kuning) dan Black (hitam). Keempat warna tersebut biasa disingkat CMYK.

Seorang operator cetak akan memasang plat cetak yang telah dibuat dalam rol-rol mesin cetak sesuai dengan warna yang diharapkan dari plat tersebut. Teknik pemasangan inilah keahlian nomer satu yang harus dimiliki oleh seorang operator cetak, sehingga hasil cetakan akan prima. Ketelitian yang dituntut sangat luar biasa, itulah mengapa mereka menggunakan kaca pembesar untuk melakukan kontrol semenjak film dibuat sampai proses pencetakan.

Pengetahuan mengenai jenis kertas, teknik pencetakan bolak-balik, jenis tinta, bahkan keahlian mekanika diperlukan oleh mereka. Ya, karena mesin cetak adalah sebuah pesawat mekanik yang rumit sekali.

Setelah proses pencetakan selesai, proses berikutnya masih ada dan tidak kalah penting. Disana pelapisan, pemotongan, variasi potong dan lubang, penjilidan dan penyusunan dilakukan. Semua membutuhkan keahlian tertentu.

Pendek kata dunia grafika membutuhkan tenaga ahli yang sangat banyak. Apa yang dipaparkan diatas barulah inti cerita dari dunia grafika. Bidang-bidang lain yang mendukung berjalannya bisnis atau dunia grafika ini masih banyak lagi dan Anda kawan-kawan bisa mengembangkan diri didalamnya.

Mari bergabung di LSSLC untuk memahami lebih detil lagi apa dan bagaimana dunia grafika dan bagaimana jalan untuk memasukinya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>